mukenasolo.net, solomukena.com

mengenal kain mukena tye die


27 Desember 2013

Tie-dye diambil dari kosa kata bahasa inggris yang bermakna ikat dan celup, tie-dye merupakan salah satu bentuk seni tekstil yang banyak digunakan sebagai motifkain-kain tradisional.

Motif itu akrab dikenal sebagai motif acak dari bermacam-macam kombinasi warna terang, umumnya warna yang diaplikasikan adalah : merah,kuning,hijau, dan biru seperti pelangi namun warna-warna yang sedang tren cendrung lebih soft .. bahkan warna gelap mulai banyak yang digunakan.

Misalnya : hitam yang digradasi putih, sehingga warnanya mengarah pada abu-abu.

Membuat Tie-Dye, kain emang harus diikat, lalu dicelupkan kedalam pewarna .. karna di ikat kain akan menghasilkan kerutan-kerutan. Nah..kerutan itu mempunyai pola tertentu. Jika dipertahankan kain terlihat manis.

Motif pelangi ikat celup bisa di buat sendiri. Yang perlu disiapkan adalah bahan-bahan pencelup dan pewarna. Teknik tersebut menggunakan soda ash (bahan kimiawi yang kerap digunakan dalam pewarnaan). Namun, sebelum dicelup atau diwarnai kain harus di ikat terlebih dahulu. Bisa menggunakan karet gelang,tali rafi’a ataupun benang nilon.

Bagian ikatan yang tidak terpecik warna itulah yang membentuk motif. Kain bisa diisi batu atau manik-manik untuk memperindah motif. Berikut langkah-langkah pembuatanya :

Bahan celup :

1. Air panas 1 liter

2. Soda ash 1 sendok makan

Ctt: Semua bahan dilarutkan

Bahan pewarna :

1. Urea 1 sendok makan

2. Garam Setengah sendok makan

3. Soda ash Setengah sendok makan

4. Air suling (air kemasan) 225cc

Ctt: Semua bahan dilarutkan, setelah itu, larutkan bisa di bagi-bagi untuk melarutkan warna-warna sesui dengan selera.

Cara membuat :

1. Kain yang sudah diikat dicelupkan dalam cairan pencelup hingga basah secara keseluruhan. Angkat dan peras hingga air tiris.

2. Warnai kain yang sudah dibasahi. Teknik pewarnaannya bisa menggunakan kuas,pipet. Pastikan zat pewarna benar-benar meresap pada kain. Kain yang sudah diwarnai diperam dalam kantong plastik selama 24jam. Keesokan hari, kain dijemur hingga kering(tanpa membuka ikatan), setelah kering,ikatan dibuka bilas dengan air biasa.

3. Setelah dibilas, masukan kain dalam larutan cuka (perbandingannya, 3 liter air 1liter cuka) selama 10-15 menit.

4. Masukan lagi ikatan itu ke dalam air yang didihkan di atas kompor, rebus selama sepuluh menit, angkat… Bilas sampe bersih .. lalu keringkan … sekarang baju Tie –Dye siap di pakai.

 

Perawatan :

Mencuci tyi-dye sebaiknya tidak sembarangan supaya warna tidak lekas pudar, gunakan air dingin dan cuci menggunakan detergen yang tidak terlampau keras, jagan sekali-kali menggunakan pemutih. Saat mencuci pisahkan kain tie-dye dari kain lain supaya warnanya tidak melunturi pakaian yang lain.

Selamat berkarya .. . dan ini bisa jadi lahan bisnis buat anda ,..!! kuncinya “jangan mudah menyerah serta kreatif dan inovatif” so teruuuus mencoba.

Salam sukses.. .



Baca juga
  » 27 Desember 2013
mengenal kain santung
solomukena

  » 8 Juli 2013
Tips merawat Mukena/telikung/rukuh
Tips merawat Mukena

  » 11 Juni 2013
BERBISNIS ONLINE
Online